SAP : Sales and Distribution (1)

June 3, 2012 Leave a comment
  1. Organizational units in the system represent the structure of an enterprise organization. Which organizational units represent only

sales and distribution?

Answer:

- Sales Area

- Sales organization

- Distribution channel

- Division

- Shipping point

Company code,plant, or storage location, are not only used by sales and           distribution, but also by other areas (for example, financial accounting, materials       management,or production).

 

  1. Which organizational unit can you use in the system to represent a sales facility or a sales subsidiary?

Answer:  Sales organization

Categories: ERP SAP

SAP : Sales dan Distribution

June 2, 2012 Leave a comment

Materi :

1.     Navigation
2.     Enterprise Structures in Sales and Disribution

  • General Sales and Distribution Structures
  • Sales and Distribution Structure in mySAP ERP
  • Sales and Distribution Structure of Model Company IDES inc

3.    Overview of Sales and Distribution

  • Process Overview
  • Sales Processing
  • Shipping Processing
  • Billing Document Processing

4.    Master Data in Sales and Distribution

  • Customer Master
  • Material Master
  • Customer Material Info Record
  • Conditional Master Data for Pricing
  • Additional Master Data

5.    Sales and Distibution Processes – Data Determination and Collective Processing

  • Function of The Sales Document Type
  • Plant, Shipping Point and Route Determination
  • Shipping Scheduling
  • Collective Processing in Sales and Distribution

6.    Availability Check

  • Basics
  • Sample Scenarios
  • Transportation Processing

7.     Make to Order

  • Presales Processing
  • Function of the Item Category
  • Assembly Processing

8.    Complaint Processing

  • Credit Memo Request
  • Return
  • Invoice Correction Request

9.    Analyses for Sales and Distribution

  • List and Report
  • Sales Information System
  • Business Information Requests

10.    Integration SAP ECC and SAP CRM

Function of mySAP CRM in the Sales and Distribution Environment

Categories: ERP SAP

Proses Pembuatan Gula

May 29, 2012 Leave a comment

Persiapan bahan baku pembuatan gula tebu
Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula. Tebu ini termasuk jenis rumput-rumputan. Tanaman tebu dapat tumbuh hingga 3 meter di kawasan yang mendukung. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun.

Tebu dapat dipanen dengan cara manual atau menggunakan mesin-mesin pemotong tebu. Daun kemudian dipisahkan dari batang tebu, kemudian baru dibawa kepabrik untuk diproses menjadi gula.

Tahapan-tahapan dalam proses pembuatan gula dimulai dari penanaman tebu, proses ektrasi, pembersihan kotoran, penguapan, kritalisasi, afinasi, karbonasi, penghilangan warna, dan sampai proses pengepakan sehingga sampai ketangan konsumen.

1. Ekstraksi
Tahap pertama pembuatan gula tebu adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Cairan tebu kemudian dipanaskan dengan boiler. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang kotor: sisa-sisa tanah dari lahan, serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman, semuanya bercampur di dalam gula.

Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 50 % air, 15% gula dan serat residu, dinamakan bagasse, yang mengandung 1 hingga 2% gula. Dan juga kotoran seperti pasir dan batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”.
2. Pengendapan kotoran dengan kapur (Liming)

Jus tebu dibersihkan dengan menggunakan semacam kapur (slaked lime) yang akan mengendapkan sebanyak mungkin kotoran , kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali ke lahan. Proses ini dinamakan liming.
Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukan liming untuk mengoptimalkan proses penjernihan. Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandingan yang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangki pengendap gravitasi: sebuah tangki penjernih (clarifier). Jus mengalir melalui clarifier dengan kelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jus yang jernih.
Kotoran berupa lumpur dari clarifier masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar (rotasi) dimana jus residu diekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan, dan hasilnya berupa cairan yang manis. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses.
3. Penguapan (Evaporasi)
Setelah mengalami proses liming, proses evaporasi dilakukan untuk mengentalkan jus menjadi sirup dengan cara menguapkan air menggunakan uap panas (steam). Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristal tanpa adanya pembersihan lagi.
Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gula tetapi cairan (liquor) gula jenuh (yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memiliki kandungan gula hingga 80%. Evaporasi dalam ‘evaporator majemuk’ (multiple effect evaporator) yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisi mendekati kejenuhan (saturasi).
4. Pendidihan/ Kristalisasi
Pada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam wadah yang sangat besar untuk dididihkan. Di dalam wadah ini air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhan kristal gula tercapai. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal ke dalam sirup. Sekali kristal terbentuk, kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputar di dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya, bisa diumpamakan seperti pada proses mencuci dengan menggunakan pengering berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.
Larutan induk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanya kristalisasi diulang beberapa kali. Sayangnya, materi-materi non gula yang ada di dalamnya dapat menghambat kristalisasi. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain seperti glukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Olah karena itu, tahapan-tahapan berikutnya menjadi semakin sulit, sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasi tidak mungkin lagi dilanjutkan.
Sebagai tambahan, karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya, maka terbuatlah produk samping (byproduct) yang manis: molasses. Produk ini biasanya diolah lebih lanjut menjadi pakan ternak atau ke industri penyulingan untuk dibuat alkohol (etanol) . Belakangan ini molases dari tebu di olah menjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99,5%.
5.  Penyimpanan
Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan dan terlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga. Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan, tetapi karena kotor dalam penyimpanan dan memiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Oleh karena itu gula kasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna.
6. Afinasi (Affination)
Tahap pertama pemurnian gula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisi permukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan “afinasi”. Gula kasar dicampur dengan sirup kental (konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebih tinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal, tetapi hanya sekeliling cairan (coklat). Campuran hasil (‘magma’) di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirup sehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkan sebelum proses karbonatasi.
Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna, partikel-partikel halus, gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Bahan-bahan ini semua dikeluarkan dari proses.
7. Karbonatasi
Tahap pertama pengolahan cairan (liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yang menyebabkan cairan gula keruh. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang.
Salah satu dari dua teknik pengolahan umum dinamakan dengan karbonatasi. Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/ lime [kalsium hidroksida, Ca(OH)2] ke dalam cairan dan mengalirkan gelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut.
8.  Penghilangan warna

Ada dua metoda umum untuk menghilangkan warna dari sirup gula, keduanya mengandalkan pada teknik penyerapan melalui pemompaan cairan melalui kolom-kolom medium. Salah satunya dengan menggunakan karbon teraktivasi granular [granular activated carbon, GAC] yang mampu menghilangkan hampir seluruh zat warna. GAC merupakan cara modern setingkat “bone char”, sebuah granula karbon yang terbuat dari tulang-tulang hewan.
Karbon pada saat ini terbuat dari pengolahan karbon mineral yang diolah secara khusus untuk menghasilkan granula yang tidak hanya sangat aktif tetapi juga sangat kuat. Karbon dibuat dalam sebuah oven panas dimana warna akan terbakar keluar dari karbon.
Cara yang lain adalah dengan menggunakan resin penukar ion yang menghilangkan lebih sedikit warna daripada GAC tetapi juga menghilangkan beberapa garam yang ada. Resin dibuat secara kimiawi yang meningkatkan jumlah cairan yang tidak diharapkan.
Cairan jernih dan hampir tak berwarna ini selanjutnya siap untuk dikristalisasi kecuali jika jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan konsumsi energi optimum di dalam pemurnian. Oleh karenanya cairan tersebut diuapkan sebelum diolah di panci kristalisasi.
9.  Pendidihan
Sejumlah air diuapkan di dalam panci sampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk gula ditambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristal sudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalam sentrifugasi untuk memisahkan keduanya.
Proses ini dapat diumpamakan dengan tahap pengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.

sumber : http://unikboss.blogspot.com/2010/10/proses-pembuatan-gula.html

Categories: Tau ga??

Gelar Akademik Dalam dan Luar Negeri

May 29, 2012 Leave a comment

Sarjana (S1) Sebelum tahun 1993, gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain :

-Doktorandus (Drs.)

-Doktoranda (Dra.)

-Insinyur (Ir.)

 

Setelah tahun 1993, penggunaan baku gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain:

-Sarjana Ekonomi (S.E.)

-Sarjana Hukum (S.H.)

-Sarjana Teknik (S.T.)

-Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP)

-Sarjana Agama (S.Ag.)

-Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

-Sarjana Komputer (S.Kom.)

-Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.)

Gelar sarjana ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf S diikuti inisial bidang studi. Strata pendidikan Sarjana ini disebut sebagai Strata 1 atau biasa disingkat S1. Studi Sarjana terdiri dari 144 SKS (satuan kredit semester) dan secara normatif ditempuh selama 4 tahun.

 

Magister (S2) Gelar magister yang ada di Indonesia antara lain:

-Magister Manajemen (M.M.)

-Magister Sains (M.Si.)

-Magister Ilmu Komputer (M.Kom.)

-Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI.)

-Magister Pendidikan (M.Pd.)

-Magister Teknik (M.T.)

Gelar magister ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf M diikuti inisial bidang studi. Strata pendidikan Magister ini disebut sebagai Strata 2 atau biasa disingkat S2.

 

Doktor (S3)

Gelar doktor dari bidang studi apapun bergelar Doktor dan ditulis di depan nama yang berhak dengan mencantumkan singkatan Dr. Strata pendidikan Doktor ini disebut sebagai Strata 3 atau biasa disingkat S3.

 

Gelar akademik di negara-negara yang menganut sistem Anglo-Saxon Bachelor

Bachelor of Arts (B.A.)

Bachelor of Science (B.Sc.)

Bachelor in Computer Science Bachelor of Law (L.L.B.)

Master Master of Arts (M.A.)

Master of Science (M.Sc.)

Master of Engineering (M.Eng.)

Master of Busines Administration (M.B.A.)

Master of Theology (M.Th.)

Theologiae Magister (Th.M.)

Master of Laws (L.L.M.)

Doctor Master of Philosophy (M.Phil.) (pra-S3)

Doctor of Philosophy (Ph.D.)

Doctor of Theology (Th.D.)

Doctor of Education (Ed.D.)

 

Gelar akademik di Jerman

Diplom-Ingenieur (Dipl.-Ing.)

Magister Doktor + Bidang Studi: Dr. rer. nat.,Dr. phil., Dr. iur., Dr. rer. oec., Dr. rer. pol., Dr. med., Dr.-Ing.

 

sumber : http://mnoorhuda.multiply.com/journal/item/27/Gelar_akademik_di_Indonesia_dan_di_luar_negeri?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Categories: Tau ga??

Bahan Kuliah: Semester-2, MMSI1 Gunadarma

May 27, 2012 Leave a comment

Kuliah semester 2, MMSI1 Sistem Informasi Bisnis terdiri dari 7 Mata Kuliah yaitu:

1.  Manajemen Pemasaran Berbasis Web

  • Toto Sugiharto
  • Djati Adi Wicaksono

2.  Sistem Penunjang Keputusan

  • Imam Murtono
  • Sudaryanto
  • Prihantoro

3.  Manajemen Keuangan & Teknologi E-Business

  • Hamdy Hady
  • Budi Hermana

4.  Manajemen Produksi dan Riset Operasi

  • Machfud MS
  • Tety Elida

5.  Internet dan Jaringan Komputer

  • M.Subali
  • Lusiana ETP
  • Raden Supriyanto

6.  SIM dan Perencanaan Strategis Sistem Informasi

  • Musa Hubeis
  • Prihandoko
  • Setia Wirawan

7.  Sistem Manajemen Basis Data

  • I Wayan Simri
  • Nur Sultan Salahudin
  • Aji Wigena

 

 

 

 

Categories: SIB 2

Emansipasi Wanita Berdampak Negatif

May 13, 2012 Leave a comment

TEMPO.CO, Yogyakarta–Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI, menyesalkan pelarangan diskusi buku “Allah, Love and Liberty” karya Irshad Manji di Yogyakarta. Hemas juga menyoroti batalnya diskusi bersama Irshad Manji di Universitas Gadjah Mada.

“Saya protes keras atas pelarangan itu,” kata Ratu Hemas yang juga istri Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu 9 Mei 2012.

Ratu Hemas dalam siaran persnya mengatakan kebebasan berpikir dan kebebasan berbicara di Indonesia merupakan barang mahal yang pernah diperjuangkan dari cengkeraman rezim orde baru. Bahkan bangsa Indonesia telah berhasil memasukan persoalan Hak Azasi Manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Artinya, kata dia, konstitusi sudah mengamanatkan kepada semua elemen bangsa untuk menghormati, melaksanakan atau menegakkan pasal-pasal yang berbicara masalah hak-hak orang yang bersifat asasi. Termasuk hak berbicara dan berpikir.

Ia menambahkan, atas dasar itu, sebagai pribadi maupun orang yang mendapat mandat sebagai wakil daerah di DPD RI, Hemas menyatakan protes keras terhadap berbagai tindakan yang tidak sesuai dengan konstitusi.

Termasuk tindakan pembubaran aktivitas ilmiah berupa diskusi buku Irshad Manji, di kampus UGM dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan budaya pluralisme dan cinta damai yang dibangun selama ini di Yogyakarta. “Kepada semua masyarakat supaya tenang dan kepada pihak aparat untuk bersikap tegas dan tidak memihak terhadap satu kelompok apapun dalam mengatasi konflik konflik seperti yang terjadi di Universitas Gadjah Mada,” kata dia.

MUH SYAIFULLAH

 

Pemikiran Saya :

Dilihat dari berita di atas saya meyakinkan bahwa, emansipasi wanita yang di anut oleh Indonesia akan berdampak negatif. Agama Islam sangat memuliakan wanita dengan segala batasannya. Agama Islam sangatlah sempurna. Berita diatas saya menarik kesimpulan dimana Ratu Jogja menyesalkan diskusi antara penulis dengan UGM. Padahal sudah jelas-jelas itu penulis memberikan efek negatif.

Categories: Tau ga??

Instalasi Kettle di Windows XP

May 7, 2012 Leave a comment

sumber : http://pentaho.phi-integration.com/kettle/instalasi-di-windows

Kebutuhan / Requirements

Kettle memerlukan adanya Java Runtime Environment (JRE) atau Java Development Kit (JDK) sebelum dapat dijalankan dengan baik.

Untuk instruksi lengkap instalasi JDK/JRE, ikuti instruksi pada halaman berikut.

Instalasi Kettle

 

  • Pilih bagian koleksi file yang General Available (GA), misalkan Pentaho Data Integration 3.0.4-GA.
  • Pilih binary zip file – biasanya dalam format pdi-open-[version].zip, dan download file tersebut.
    • Contoh nama file misalnya “pdi-open-3.0.4.zip“.
  • Ekstrak file zip tersebut ke folder yang diinginkan, misalnya di C:\Kettle.
  • Selesai.

Susunan File dan Direktori

Setelah diekstrak ke folder yang Anda inginkan, struktur file dan direktori di Kettle adalah sebagai berikut :

  • File-file di direktori utama
    • Utilitas Spoon dalam bentuk script batch/shell
      • Spoon.bat
      • Kitchen.bat
      • Pan.bat
      • Carte.bat
    • Readme file
    • Konfigurasi file untuk log4j yaitu Kettle.l4j.ini
  • Direktori
    • docs : direktori dimana semua dokumentasi penggunaan Kettle ini berada
    • extra : direktori dimana file-file extra berada, misalnya transbuilder.bat
    • lib : direktori pustaka utama Kettle (kettle-engine-x.jar dan kettle-ui-swt-x.jar)
    • libext : direktori pustaka-pustaka tambahan
    • libswt : direktori pustaka dari swt (simple widget toolkit)
    • plugins : direktori dari plugin tambahan
    • pwd : direktori file password untuk carte
    • samples : direktori yang berisi contoh-contoh file job/transformation
    • simpe-jndi : berisi file properties untuk melakukan koneksi via jndi (java naming and directory interface)
    • ui : folder resources untuk konfigurasi dan gambar-gambar (icon) yang digunakan oleh Kettle (Spoon)
Categories: Komputer
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.