Tukang siomay stasiun depok baru

Salah satu kebiasaan saya sepulang kerja adalah makan siomay sambil menunggu kereta di Stasiun Depok Baru. Bagi Anda yang termasuk ROKER Depok (Rombongan Kereta) pasti tidak asing dengan sebuah kios yang berjualan Siomay di dalam Stasiun. Kebiasaan ini bermula akibat jadwal kereta yang selalu berantakan yang membuat saya harus menanti berjam-jam agar bisa pulang ke rumah. Karena menunggu pula kebutuhan alami tak bisa saya hindari, yaitu rasa lapar yang mendera. Akhirnya saya selalu menjatuhkan pilihan untuk menikmat siomay, karena selain murah hanya Rp. 3.500 per porsi juga rasanya sangat enak, kualitasnya baik dengan rasa ikan dan bumbu kacang yang mantap. Seringkali saya membawakan siomay ini sebagai oleh-oleh isteri di rumah 

Salah satu kebiasaan saya sepulang kerja adalah makan siomay sambil menunggu kereta di Stasiun Depok Baru. Bagi Anda yang termasuk ROKER Depok (Rombongan Kereta) pasti tidak asing dengan sebuah kios yang berjualan Siomay di dalam Stasiun. Kebiasaan ini bermula akibat jadwal kereta yang selalu berantakan yang membuat saya harus menanti berjam-jam agar bisa pulang ke rumah. Karena menunggu pula kebutuhan alami tak bisa saya hindari, yaitu rasa lapar yang mendera. Akhirnya saya selalu menjatuhkan pilihan untuk menikmat siomay, karena selain murah hanya Rp. 3.500 per porsi juga rasanya sangat enak, kualitasnya baik dengan rasa ikan dan bumbu kacang yang mantap. Seringkali saya membawakan siomay ini sebagai oleh-oleh isteri di rumah 

Suatu ketika, saya lupa tepatnya kapan mungkin 2 bulan lalu. Saat itu saya cukup lama menunggu kereta yang tak kunjung tiba, sambil iseng saya bertanya kepada penjualnya.
“Mas sehari bisa laku berapa?”
“kalo sepi 400 potong pak, tapi kalau rame bisa 800 potong, tapi seringnya sih habis terus pak, Alhamdulillah”.
“ohh emang biasanya sepinya hari apa ?” kejar saya.
“Hari minggu aja pak, soalnya kan ngga ada yang kerja, jadi bawa stoknya dikit aja 400 potong”

Otak saya langung muter-muter, dia jualan Rp. 3500/porsi isinya 5 potong, berarti sepotong Rp. 700, kalo 400 potong ke jual dia dapet Rp. 280.000 sehari. Tapi seringnya habis sampe 800 potong, taroh lah rata rata 600 potong berarti Rp. 300.000 x 30 hari = Rp. 12.600.000 perbulan omzetnya. Hmmm oke juga gumam saya. Dalam hati biasanya kalau jualan makanan modalnya 50% berarti untung dia bisa Rp. 6.3jt sebulan. “Gile nih anak” saya bergumam dalam hati. ups saya lupa ceritain tukang siomay ini sangat muda, perkiraan saya umurnya mungkin 20tahunan, masih remaja tapi sangat produktif.

“disini sewa ya mas?” saya melanjutkan pertanyaan
“iya pak, 400ribu sebulan”
“trus bulannya ada gak?, air listrik keamanan”
“kalo keamanan 1000 pak sehari, listrik juga sama, saweran sama pedagang yang lain” kalo air tinggal ngambil ke rumah kan deket di belakang stasiun”. Si anak ngejelasin
“oh (sambil kagum), mas gak buka cabang aja di stasiun lain”
“udah ada pak di manggarai, tapi saya tutup karena yang jual gak bener ngurusnya, banyak yg komplen, rasanya gak sama,” lalu dia bercerita kalau cabangnya yang di manggarai ini terpaksa ditutup karena pengelolanya kurang terampil dan rajin. Bumbu di simpan sekenanya jadi cepet basi dan asem, akibatnya banyak pengunjungnya yang sepi dan terus menerus protes. Dia merencanakan mau pindah, rencananya di Stasiun Bojonggede.

Tidak berapa lama kereta yang saya tunggu tiba, banyak pertanyaan belum sempat saya lontarkan. Dalam perjalanan pulang dikereta saya termenung dan kagum atas jiwa wirausahanya. Muda, produktif, tidak bergantung pada orang lain dan memiliki visi untuk maju. Tidak malu walau menjadi tukang siomay padahal saat yang sama remaja lain lebih memilih nongkrong dan bangga akan hal itu.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3890095

About Administrator

ok deh
This entry was posted in Tau ga??. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s