Anak Tewas Ditabrak Polisi, Warga Malang Jalan Kaki untuk Temui SBY

Dani Wisnu – detikNews

Jakarta – Demi keadilan bagi sang anak, apa pun akan dilakukan oleh seorang bapak. Demikian pula yang dilakukan oleh Indra Azwan. Pria berusia 51 tahun ini nekad jalan kaki dari Malang menuju Jakarta untuk menemui Presiden SBY. Indra ingin meminta keadilan atas kasus anaknya yang tewas ditabrak oknum Polri.

Ditemui detikcom saat beristirahat di sebuah SPBU di Kota Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (20/7/2010), wajah Indra memang terlihat lelah. Namun di balik itu, tersirat semangat dan kebulatan tekad untuk tetap melanjurkan perjalanannya ke Jakarta.

Dani Wisnu – detikNews

Jakarta – Demi keadilan bagi sang anak, apa pun akan dilakukan oleh seorang bapak. Demikian pula yang dilakukan oleh Indra Azwan. Pria berusia 51 tahun ini nekad jalan kaki dari Malang menuju Jakarta untuk menemui Presiden SBY. Indra ingin meminta keadilan atas kasus anaknya yang tewas ditabrak oknum Polri.

Ditemui detikcom saat beristirahat di sebuah SPBU di Kota Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (20/7/2010), wajah Indra memang terlihat lelah. Namun di balik itu, tersirat semangat dan kebulatan tekad untuk tetap melanjurkan perjalanannya ke Jakarta.

“Apa pun yang terjadi saya tetap akan ke Jakarta untuk mencari keadilan atas kasus anak saya,” ujar Indra mantap.

Pria separuh baya ini kemudian bercerita tentang peristiwa kelam yang dialami buah hatinya. Menurut Indra, kisah duka itu terjadi sudah sangat lama, sekitar 17 tahun silam. Rifki, putra pertamanya yang berusia 7 tahun, tertabrak sepeda motor yang dikemudikan seorang anggota Polri ketika menyeberang jalan di depan rumahnya, Desa Watu Barat, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rifki tewas seketika.

Awalnya, proses hukum kasus tersebut memang sempat berjalan, namun hanya sesaat. Beberapa lama kemudian, kabar proses hukum kasus ini bagai hilang ditelan bumi. Indra tidak pernah memperoleh kabar apa pun tentang perkembangan proses hukum kasus ini.

“Sampai akhirnya pada tahun 2008, anggota Polri itu disidang di PN Malang. Tapi anehnya, dia langsung divonis bebas oleh hakim,” ungkap Indra dengan nada tinggi.

Indra mengaku kesal dengan keputusan PN Malang tersebut. Dirinya merasa diperlakukan tidak adil oleh majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan.

“Polisi itu sampai sekarang masih dinas di Polda Jatim,” ketus Indra.

Indra mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk memperoleh keadilan. Namun sampai saat ini, harapan untuk mendapatkan keadilan hanya angan-angan belaka. Sampai akhirnya dia nekat melakukan aksi jalan kaki Malang-Jakarta untuk menemui Presiden SBY.

“Saya berharap sekali Presiden SBY mau bertemu dan membantu rakyat kecil seperti saya mencari keadilan,” ujar pria berkacamata itu.

Saat ditemui detikcom, Indra tampak mengenakan baju kaos putih dan bercelana loreng. Dia juga berkalung potongan kain yang pada bagian depan tertera tulisan ‘Aksi Jalan Kaki Malang-Jakarta’. Sedangkan di bagian punggung atau belakangnya tertera tulisa ‘Korban Mafia Hukum’.

(djo/djo)

About Administrator

ok deh
This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s