Hebatnya Politik Indonesia

Jakarta – Kasus skandal video porno Ariel-Luna-Cut Tari dinilai sudah terlalu menyita perhatian pulik. Politisi PAN Totok Dariyanto menyarankan masyarakat mulai mengesampingkan kasus Ariel dan kembali mengawasi kasus Century dan ledakan tabung Gas.

“Persoalan Ariel ini sudah terlalu berlebihan menyita energi perhatian bangsa ini. Isu-isu yang memerlukan perhatian serius kita adalah mega skandal Bank Century, kompor gas yang mengancam keselamatan masyarakat dan krisis energi termasuk listrik,” kata Totok, Minggu (27/6/2010).

Jakarta – Kasus skandal video porno Ariel-Luna-Cut Tari dinilai sudah terlalu menyita perhatian pulik. Politisi PAN Totok Dariyanto menyarankan masyarakat mulai mengesampingkan kasus Ariel dan kembali mengawasi kasus Century dan ledakan tabung Gas.

“Persoalan Ariel ini sudah terlalu berlebihan menyita energi perhatian bangsa ini. Isu-isu yang memerlukan perhatian serius kita adalah mega skandal Bank Century, kompor gas yang mengancam keselamatan masyarakat dan krisis energi termasuk listrik,” kata Totok, Minggu (27/6/2010).

Menurut mantan ketua DPP PAN ini, saat ini semua elemen bangsa ini bicara soal skandal Ariel, dari penjual bakso sampai Presiden. Seharusnya sekarang persoalan Ariel dikesampingkan dari perhatian publik, dan perhatian difokuskan ke masalah-masalah menyangkut kualitas hidup masyarakat.

“Saya tidak menganggap masalah moral itu tidak penting, tetapi ketika sudah masuk ke ranah hukum biarlah keadilan yang menentukan. Jangan sampai kalangan praktisi hukum hingga kaum agamawan, pendidik, preman hingga politisi, semua bicara Ariel sampai mengalahkan isu-isu lain yang menonjol,” terangnya.

Anggota Komisi VII DPR ini meminta publik kembali kepada persoalan yang dihadapi bangsa ini secara substansial. Sebab, akibat kebijakan yang salah dalam mengatur bangsa ini muncul masalah-masalah laten yang makin sulit diatasi.

“Masalah sosial seperti pembiaran terhadap profesi guru yang sebagian besar masih menerima honor per bulan jauh di bawah UMR dan lain-lain lebih mendesak ditangani,” tegas mantan ketua Komisi VI DPR ini.

Karena itulah, harus ada kesadaran kita bersama untuk selalu berfokus kepada isu-isu produktif. “Kemampuan suatu bangsa untuk secara cepat menyelesaikan isu-isu yang tidak produktif dapat menjadi ukuran produktivitas bangsa itu,” ujarnya.

Polri Gunakan Video Mesum Untuk Alihkan Isu Susno
Sosiolog Universitas Indonesia Thamrin Amal Tamagola menanggapi sinis kesigapan polisi dalam memproses kasus video mesum Aril, Luna, dan Cut Tari. Dia menduga langkah sigap Polri itu sebenarnya bertujuan untuk menutupi perkembangan kasus Susno dari pantauan publik. “Ini hanya untuk membenamkan kasus Susno saja,” ujar Thamrin usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/6/2010).

Menurut dia Polisi terlalu mencari-cari pasal zina dan celah pelanggaran hukum atas ketiga artis tersebut. Padahal yang seharusnya dipidanakan adalah pelaku penyebaran video konsumsi pribadi tersebut.

Tindakan polri menangani kasus video mesum Ariel sarat dengan kepentingan besar menutup kasus Susno. Apabila Susno terus mebuka mulut kepada publik, maka semakin banyak saja oknum polisi yang terjerat kasus hukum. “Polisi itu sedikit sekali yang bersih, kalau diangkat Susno terus bisa dipastikan ‘turun mesin’ semua,” paparnya.

ICW Sayangkan Kasus Korupsi Triliunan Rupiah Mangkrak di Mabes Polri
Sejumlah kasus korupsi senilai triliunan masih mangkrak di Mabes Polri. Kasus itu merupakan kumpulan perkara dari tahun 2002 hingga 2009. Sayang, hingga saat ini belum diketahui akan dibawa kemana kasus itu. “Kasus-kasus itu tersebar dari 2002-2009. 20 kasus diantaranya kelas kakap dan berpotensi dipeti-eskan. Seperti kasus korupsi BNI, dulu disebut-sebut Trunojoyo 1 terlibat. Sekarang entah sampai mana kasusnya,” kata aktivis dari Indonesian Corruption Watch (ICW), Emmerson Yuntho saat jumpa pers di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Minggu (26/6/2010).

Menurut ICW, modus membuat kasus mangkrak lewat 2 jalur yakni membiarkan atau legalisasi dan tebang pilih. Ia mencontohkan, kasus rekening siluman perwira tinggi (Pati) polisi hanya sebatas klarifikasi. Sementara kasus Gayus Tambunan hanya menyentuh level bawah, sementara atasan hanya sanksi administrasi. “Yang menohok kasus Susno Duadji. Polisi mengkriminalisasi dan mencari-cari kesalahan Susno sebagai peniup peluit korupsi di Mabes,” sebutnya.

Seirama dengan Yuntho, Anggota Komisi III DPR Nasir Jamil mengatakan berbagai lini di kepolisian berpotensi korup. Dari pelayanan, penegakan hukum, pengadaan barang hingga urusan personalia. “Di hari ulangtahunnya nanti (1 Juli), polisi belum memuaskan. Masih perlu banyak berubah,” kritik Nasir. (*/dtc/jpc)
http://www.jakartapress.com/www.php/news/id/14367/Isu-Ariel-Berlebihan-Publik-Diminta-Awasi-Skandal-Century-Gas-Meledak.jp

About Administrator

ok deh
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s