Sejarah Binus, gunadarma dan budi luhur

Ada cerita tentang Binus di kurun waktu 1981-1984 yang tercecer, yaitu tentang hubungan Binus dengan Gunadarma, Budi Luhur, dan STI&K..

Konon, pada bulan Agustus 1981 lahirlah 4 “kursus komputer” atau “akademi komputer” di Jakarta yaitu Akademi Tehnik Komputer (ATK) di Jalan Kyai Tapa Jakarta Barat, Akademi Komputer Gunadarma (AKG) di Jalan Kenari Jakarta Pusat, Akademi Komputer Budi Luhur (AKBL) di Jalan Sutomo Jakarta Pusat (? kalau tidak salah lho !), dan Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer (STI&K) di belakang gedung Polda Metro Jaya Jakarta Pusat..

Jika ATK dipunyai oleh Keluarga Bapak Joseph Wibowo dan Direktur ATK adalah Ibu Ir. Th. Widia Suryaningsih; maka AKG dipunyai oleh Pak Suryadi dan 2 kawannya (mohon maaf lupa namanya, salah satunya apa Pak Supono, dulu teman kerja saya di bawah Pak Billy di BPPT) dan Direktur AKG adalah Ibu Sri Margijanti, SE; sedangkan AKBL saya tidak terlalu jelas siapa yang mempunyainya dan mohon maaf nama-nama di AKBL sulit dihapal karena nama-nama beliau hampir sama, tapi pada suatu masa Direktur AKBL adalah Pak Hartun, seorang purnawirawan Angkatan Laut yang bekerja di Dephankam waktu itu; dan akhirnya STI&K saya juga kurang jelas siapa yang mempunyainya tapi Direktur STI&K pertama adalah Brigjen Pol (Purn) Fred Ameln..

Di tahun 1984, keempat “saudara” itu rame-rame namanya berubah menjadi AMIK, yaitu AMIK Bina Nusantara di Jalan K.H. Syahdan Kemanggisan, AMIK Gunadarma di Jalan Kenari, AMIK Budi Luhur di Jalan Raya Cileduk dan AMIK STI&K di Jalan Radio Dalam. Keempat saudara ini walaupun dari luar bersaing tapi sering bahkan teramat sering bertemu dan berkomunikasi dalam wadah PERTIKOM (Persatuan Perguruan Tinggi Komputer) Kopertis Wilayah III Jakarta. Keempatnya, dan juga AMIK-AMIK yang lain yang lahir di tahun 1982-1984 sering bertemu untuk membahas Kurikulum D3 Manajemen Informatika dan Komputerisasi Akuntansi (KA yang punya hanya Binus dan Budi Luhur). Selain Kurikulum dibahas pula GBPP (Garis-garis Besar Pokok Perkuliahan) sebagai penjabaran lebih lanjut dari Kurikulum. Setelah itu GBPP diterjemahkan lagi ke Silabus (eh..GBPP sama Silabus kok hampir mirip, apa hal yang sama ?), dan Silabus diterjemahkan ke SAP (Satuan Acara Perkuliahan). SAP lalu dibuatkan Modul Pengajarannya, yang di Binus biasa disebut “Slide” atau “Bahan Ajar” dan belakangan disebut “Class Notes”. Di beberapa tempat “Class Notes” diterbitkan sebagai buku, tapi tidak di Binus yang lebih percaya kepada “serba digital, jadi cukup berupa soft copy”..

Nah, 4 tahun setelah keempat AMIK itu berdiri, kira-kira di tahun 1985 muncullah lulusan pertama dari keempat AMIK tersebut. Mudah-mudahan saya tidak salah menyebutnya, lulusan AMIK Binus Jurusan MI pertama adalah Pak Once Kurniawan dan kawan-kawan tentunya, soalnya yang lulus kan tidak hanya Pak Once. Pak Once pernah meniti karir di Binus sampai jenjang tertinggi sebagai Direktur Akademik Binus, dan sekarang beliau menjabat sebagai Purek I Bidang Akademis Universitas Bunda Mulia di Jakarta Utara. Lulusan AMIK Gunadarma Jurusan MI yang pertama saya tidak terlalu tahu siapa, apa Pak Made Wiryawan yang sekarang di Jerman ? Lalu lulusan AMIK STI&K Jurusan MI yang pertama adalah Pak Nur Edi Sasongko, yang waktu di tahun 1999 saya ketemu beliau sudah naik Mercy dan mempunyai sekolah bernama Universitas Dian Nuswantoro di Semarang. Lulusan pertama AMIK Budi Luhur Jurusan MI saya juga tidak terlalu tahu, bisa menebak sih, tapi takut salah karena saya kenal beberapa petinggi Budi Luhur, tapi apa mereka dulu benar alumni Budi Luhur ?

Dua tahun setelah era AMIK, yaitu di tahun 1986 keempat AMIK ini semuanya berubah menjadi STMIK, tentunya karena mengikuti anjuran pemerintah mengingat jumlah jurusannya ditambah dengan jurusan Teknik Informatika (setara dengan Informatics di Perancis, Inggris atau Jerman; dan setara dengan Computer Science di Amerika, atau Computing Science di Australia).

Dalam kasus Binus, seingat saya “intake” mahasiswa pertama untuk jurusan Teknik Informatika jenjang S1 adalah di tahun 1987, karena di tahun 1986 waktu saya berangkat melanjutkan sekolah ke Amerika, program Teknik Informatika jenjang S1 Binus belum dimulai. Angkatan pertama dari program S1 Teknik Informatika antara lain adalah Pak Zulkarnaen (dulu pernah kerja di Binus), dan angkatan pertama program S1 Manajemen Informatika adalah Pak Once Kurniawan tadi. Waktu saya pulang dari Amerika dan mulai mengajar lagi di Binus, saya dengar Pak Zulkarnaen telah menyandang gelar S.Inf dari Teknik Informatika, dan Pak Once sudah menyandang gelar S.Inf dari Manajemen Informatika. S.Inf atau Sarjana Informatika adalah gelar S1 jaman dulu, yang dengan adanya pengaturan gelar melalui SK Mendikbud tahun 1993 jaman Mendikbud-nya Pak Wardiman Djojonegoro, mantas boss saya di BPPT, S.Inf dihapus dan diganti dengan S.Kom atau Sarjana Komputer (yang terlanjur pakai S.Inf diganti menjadi S.Kom – saya suka ngeledek S.Inf sebagai “Sarjana Infanteri” dan S.Kom sebagai “Sarjana Kompor” ke teman-teman dekat saya tersebut)..

Keempat ex AMIK tadi bersaing terus, dan akhirnya puncaknya pada bulan Agustus 1996 dua di antaranya yaitu STMIK Bina Nusantara naik pangkat menjadi Universitas Bina Nusantara dan STMIK Gunadarma naik pangkat menjadi Universitas Gunadarma. Rektor Binus dijabat oleh Ibu Ir. Th. Widia S. dan Rektor Gunadarma dijabat Ibu Prof. Dr. Sri Margijanti, SE (Bu Margiyanti memperoleh gelar Prof tahun 1995). Kedua universitas ini bersaing sangat ketat secara bisnis, tetapi saya tahu sendiri hubungan Ibu Widia dengan Ibu Margijanti sangat erat bagaikan saudara. Bagaimana tidak, kedua ibu ini sering tukar-menukar “bocoran” tentang syarat-syarat menjadi universitas, dan sebagainya. Saya sendiri diangkat sebagai Dekan Fakultas Teknik Binus di tahun 1996, dan oleh karena itu sering bertemu dengan para pejabat universitas lainnya di forum-forum Komunikasi dan rapat-rapat yang sering diadakan..

Bagi saya pribadi, baik Ibu Widia (alm.) maupun Ibu Margijanti seolah sudah menjadi “kakak kandung” saya sendiri..

Nah, di tahun 2008 sekarang setelah 27 tahun yang lalu sama-sama dilahirkan ke dunia ini, apa beda Binus dengan Gunadarma ?

Menurut saya, Binus secara bisnis telah berekspansi secara vertikal karena kalau kita bicara “Binus” itu artinya TK Binus, SD Binus, SMP Binus, SMA Binus (Binus High), S1 Binus dan S2 Binus. Tempatnyapun sudah tersebar di Kampus Kijang, Kampus Syahdan, Kampus Anggrek, Kampus JWC Hang Lekir, Kampus Iskandarmuda, Kampus Bintaro…

Sedangkan Gunadarma berekspansi secara horizontal secara bisnis karena berkonsentrasi HANYA di PENDIDIKAN TINGGI. Jadi bicara “Gunadarma” artinya adalah program S1, S2 dan S3 di Kampus Kenari, Kampus Salemba, Kampus Margonda, Kampus Terusan UI, dan Kampus Kalimalang..

Secara bisnis dan secara nama, bagusan mana Binus dan Gunadarma ? Saya tidak mempunyai posisi dan kapasitas untuk menjawabnya. Biarlah mahasiswa-mahasiswa S2 jurusan Business Administration yang menulis Thesis tentang itu..

Di tahun 2001 (maaf kalau salah), STMIK Budi Luhur berganti nama dan naik pangkat menjadi Universitas Budi Luhur dan sudah membuka program S2 pula. Akan halnya STMIK STI&K Radio Dalam, rupanya informasi yang saya dapatkan adalah mereka diakuisisi oleh Gunadarma…

sumber :http://triwahjono.wordpress.com/2008/03/05/sejarah-binus-lahirnya-4-amik-di-tahun-1981/

About Administrator

ok deh
This entry was posted in Tau ga?? and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s