Hasil Otopsi G30S/PKI

Tim otopsi jenasah korban G.30.S merupakan gabungan Tim Kedokteran ABRI dan RSPAD Gatot Subroto dan FKUI.

Menurut Prof. Dr. Arief Budianto (dulu bernama Liem Joe Thay dan masih menjadi dokter yang termuda), hasil otopsi ternyata tidak seperti yang diberitakan mass media.

Ia dijemput KOSTRAD naik truk tentara yang pakai terpal, duduk di depan dan sampai dengan selamat di RSPAD Gatot Subroto.

Ketika sampai di sana, sudah ada Profesor Sutomo dan dr. Ferry Liauw Yan Siang. Di kamar otopsi kondisi mayat umumnya sudah busuk meski tidak berulat namun kulit arinya sudah mengelupas. Tidak juga terlalu kembung, namun sedikit berlendir dan kulitnya kekuningan. Semua mayat masih berpakaian lengkap seperti yang dipakai terakhir.

Ketika memeriksa mayat Jenderal Ahmad Yani ada satu hal yang paling diingat. Bola matanya sudah copot dan mencelat ke luar. Itu terjadi karena, ketika dimasukkan ke sumur, kepalanya lebih dulu. Di dasar sumur itu ada air, jadi kepalanya terendam di sana.

Pakaian dari Jenderal Ahmad Yani loreng-loreng biru-purih-biru. Kemeja piyamanya penuh pecahan kaca. Dia kan ditembak di depan pintu kaca rumahnya. Itu sebabnya kacanya masih berhamburan ke mana-mana.

Di ruang otopsi digunakan dua buah meja otopsi. Ditanyakan apakah mayat para jenderal akan diotopsi lengkap atau tidak. Para
Jenderal (termasuk Mayjen Soeharto) yang hadir menyatakan tidak. Kabarnya RSPAD dari malam hingga pagi dijaga ketat pasukan KOSTRAD. Namun, kepada Tim otopsi tidak ada tekanan apa pun.

Di luar beredar kabar yang menyeramkan soal kondisi penis korban. Karena itu, tim otopsi melakukan pemeriksaan yang lebih teliti lagi tentang hal tersebut. Namu, tim otopsi malah menemukan kondom di kantung salah seorang korban yang bukan Jenderal. Ada juga korban yang ditemukan tidak disunat. Penis-penis para korban juga diperiksa dengan teliti. Jangankan terpotong, bahkan luka iris saja juga sama sekali tidak ada.

Perkara mata yang dicongkel, memang kondisi mayat ada yang bola matanya copot, bahkan ada yang sudah kotal-katil, itu karena sudah lebih dari tiga hari terendam, bukan karena dicongkel paksa.

Ketia diperiksa bagian dada salah seorang jenderal, ada peluru yang kelihatan ngumpet di permukaan kulit.

Namun bila dinyatakan tidak ada sama sekali penyiksaan, itupun juga tidak betul. Mayat-mayat itu sebelumnya ditembaki berkali-kali. Pergelangan mayat Haryono malah jelas sekali hancur karena bebatan perekat yang direkat kuat-kuat dan diikat sejak dari Lubang Buaya.

Kepala Jenderal Soetojo pecah. Itu tidak serta merta dikatakan penyiksaan. Yang jelas adalah luka tembak. Luka-luka di luar tubuh memang ada, karena kondisi mayatnya yang sudah busuk. Mayat tidak bisa dibedakan lagi apakah kondisi mayat sesudah mati atau sebelum mati ketika dimasukkan di sumur.

Sebagai kelompok tim forensik yang termuda cukup tahu diri. Ia berbicara paling akhir. Dikatakannya, ini adalah tugas negara. Bolehlah kami anggap negara adalah wakil dari Yang Maha Kuasa. Karena itu, kebenaran Nyalah yang harus dikemukakan. Kalau sampai itu dipersalahkan kami yang tujuh orang ini masuk penjara. Namun, saya yakin itu tak mungkin terjadi. Kenapa? Karena kami melakukan yang benar. Hal yang benar itu memang tak pernah terungkap di surat kabar di sini, namun di koran-koran Amerika, pernah diungkapkan kebenaran itu.

sumber: Hasil Otopsi JENASAH Korban G. 30. S/PKI http://id.shvoong.com/social-sciences/political-science/2119717-hasil-otopsi-jenasah-korban-30/#ixzz1I9Y2YPOE

About Administrator

ok deh
This entry was posted in Tau ga??. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s