Ini Strategi BlackBerry Hindari Kebangkrutan

The Walt Disney Company CEO BlackBerry, John Chen

KOMPAS.com — Rapor finansial BlackBerry memang merah pada kuartal tiga 2013. Kerugian BlackBerry mencapai 4,4 miliar dollar AS. Kerugian ini bakal terus berlangsung pada 2014 nanti. Pada tahun 2015, neraca keuangan BlackBerry diprediksi baru normal.

Langkah apa yang disiapkan CEO John Chen dalam upaya menyelamatkan perusahaan?

Pada Jumat (20/12/2013) lalu, di sela-sela pengumuman laporan keuangan BlackBerry, John Chen membeberkan beberapa strategi perusahaan kepada sejumlah analis dan jurnalis. Strategi tersebut diharapkan bisa menyelamatkan BlackBerry dari kebangkrutan.

Menurut Chen, seperti dikutip dari CNET (20/12/2013), strategi BlackBerry meliputi empat area besar, yaitu Devices, Enterprise Software, BlackBerry Messenger, dan terakhir QNX dan machine-to-machine.

Dari sisi perangkat, BlackBerry telah menjalin kerja sama dengan pabrikan perakit smartphone, Foxconn. Perusahaan yang berbasis di Taiwan tersebut diharapkan bisa memproduksi perangkat BlackBerry yang canggih. BlackBerry akan terus membangun software berbasis BlackBerry 10, sementara Foxconn yang mendesain hardware.

Menurut Chen, perangkat tersebut bakal dijual di negara-negara berkembang, yang masih memiliki basis pengguna BlackBerry besar, salah satunya adalah Indonesia.

Sementara di segmen enterprise, Chen telah mempersiapkan beberapa rencana, strategi baru ini membuat BlackBerry membangun software keamanan dan produktivitas end-to-end yang baru untuk kebutuhan bisnis.

“Kami memiliki teknologi yang bagus, tetapi lemah dalam hal packaging dan pemasaran,” ujar Chen. “Saya melihat potensi dengan menawarkan teknologi yang aman dan integrasi layanan, seperti BBM,” imbuhnya.

Salah satu tantangan BlackBerry di area ini adalah beberapa perusahaan besar mulai meninggalkan layanannya, BlackBerry Enterprise Servers. Strategi Chen adalah dengan menyasar pemerintah, bank, pelayanan kesehatan, dan industri lain yang membutuhkan audit regulasi dan keamanan.

Segmen terakhir yang menjadi “sekoci” BlackBerry adalah bisnis software QNX, yang disebut Chen sebagai permata mahkota-nya BlackBerry.

Software ini telah digunakan untuk komunikasi antarmesin oleh lebih dari 40 partner BlackBerry di industri otomotif. Chen berencana mengekspansi bisnis ke area vertikal lain selain mobil.

“Siapa saja yang mengikuti tren industri ini pasti tahu bahwa internet dan mobile adalah masa depan,” terang Chen.

Masalahnya adalah bagaimana cara menghasilkan uang dari layanan tersebut. Chen berencana membawa software ini ke perangkat selain BlackBerry. Bahkan, Chen mengaku telah membicarakan hal ini dengan Google Android dan Apple iOS. Namun, kesepakatan tersebut masih butuh waktu lama.

Hingga kini, QNX masih menyumbang sedikit keuntungan bagi BlackBerry. Analis pun memprediksi butuh waktu lama bagi QNX untuk berhasil. Namun, tetap saja QNX berpotensi menyelamatkan BlackBerry pada masa depan.

Pada akhir diskusi, Chen menegaskan sikap optimisnya. “Banyak orang melihat kami memiliki masalah rumit, tetapi saya telah berpengalaman menghadapi situasi seperti itu, dan ini adalah tantangan besar, tetapi akan kami selesaikan dengan baik,” terang Chen.

“Kini kami tak lagi mengkhawatirkan apakah masih bisa bertahan. Saat ini, kami sudah siap untuk berjuang,” pungkasnya.

About Administrator

ok deh
This entry was posted in Komputer. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s